Monday, 2 March 2015

Tips Membeli Perabotan Rumah

Yuk, siapa yang lebih sering membeli perabotan untuk rumah? perabotan loh ya? istri, suami atau malah menunjuk pihak ke tiga untuk memilihkan membeli perabotan rumah. Kalau membeli perabotan rumah, istilah kecenya furniture, adalah saya diketahui oleh suami.

Membeli perabotan rumah gampang-gampang menjerumuskan, jika kita tidak mengetahui harga pasaran atau asal ketemu yang bagus jadinya langsung ambil. Itu pengalaman saya sebagai seorang pembeli perabotan rumah yang langsung tanjap gas, aduh nangis bombay.

Sewaktu membutuhkan lemari untuk menempatkan buku-buku kami, suami langsung mengijinkan saya membeli. Baiklah, saya langsung ke toko di mana biasa saya lewati ketika pualng bekerja. Ada sebuah lemari yang menurut saya cocok dan ditambah lagi, langsung dikasih diskon, ajiiip, pasti harganya tadi sudah dinaikan nich.

Namun, karena tergiur oooh, ini bagus dan cocok apalagi mendapat diskon, segera saya bayar dan berpindah tempat ke rumah saya, ajiiip mudah dirayu tipe saya jika membeli perabot nich. *kapoook.

Nah, suatu hari, saya membutuhkan untuk mengganti lemari piring yang memang sudah tidak muat untuk barang-barang dapur saya. Saya mengajukan proposal lagi kepada suami, sama suami diijinkan lagi *Alhamdulillah sekali ya, thanks to my lovelly husband.

Kapok saya harus dipergunakan, kembali saya ke toko yang biasa saya lewati untuk melihat-lihat. Tanya ini kasih harga segini, katanya nanti akan didiskon, tanya ini katanya juga akan didiskon dan malah sempat mendesak agar saya langsung memutuskan untuk membeli.

Dadah bye bye, karena saya enggak mau kapok untuk ke dua kalinya, saya cap cuz ke arah danau. Mau berenang bu? refreshing bu? nyebur bu? enggak, saya itu menuju toko furniture di depan danau yang pernah saya lihat jika sedang jalan-jalan.

Di toko pertama saya melihat lemari piring kaca hanyanya 1.8 dengan kualitas yang tidak bagus. Jadi, pikiran saya melayang ke lemari piring kayu milik ibu, dan ditunjukan oleh di SPB diberi harga 2.2. Alhamdulillah saya sukses untuk tidak dirayu membeli. Karena,

Di toko dekat danau, saya sukses kaget. Lemari piring kayu yang sama persis, sampai berulang kali saya menanyakan apakah harganya memang 1.4? hahaaaa? di sana 2.2, di sini 1.4, jauh sekali harganya?

Nah, di bawah ini tips untuk membeli perabotan rumah dengan bijak tentunya ya;
  1. Tentukan urgency perabot rumah tersebut
  2. Jika sempat, searching terlebih dahulu di internet, lengkap juga dengan harganya
  3. Berkunjunglah ke dua atau tiga untuk membandingkan harga perabotan rumah tersebut
  4. Menawarlah dengan harga yang masuk akal
  5. LIhatlah kualitas barang tersebut, jangan hanya melihat bagus dan murah namun kualitas no oke.
  6. Akrablah dengan pemilik toko tersebut, agar suatu waktu akan membeli perabotan lainnya, kita diberikan harga yang jauh lebih bagus.
Nah, ya..jangan seperti cerita pertama yang membuatku kapok. Tapi ada hikmahnya juga, saya kapok, saya jadi bisa berbagi dengan teman-teman semua kan? ayok beli perabotan rumah untuk saya, sedang butuh lemari baju yang kecil saja niich, untuk si embak di rumah.

Asty



No comments:

Post a Comment